Trenggalek
Peta Risiko
Peta tingkat risiko kebakaran hutan dan lahan secara spasial per desa di Kabupaten Trenggalek.
Alur Penilaian Risiko
Sistem Informasi Berbasis GISSkor Risiko = (0,30 × Hotspot) + (0,25 × Cuaca & Kekeringan) + (0,25 × Kondisi Lahan) + (0,20 × Kerentanan)
Tujuan: deteksi dini · penentuan prioritas · pencegahan · dukungan keputusan penanggulangan
Desa Sangat Tinggi
–
Desa Tinggi + Sangat Tinggi
–
Kecamatan Prioritas
–
Total Desa Dipantau
–
Peta Risiko Interaktif
Layer Peta
Rincian Wilayah
Klik salah satu desa pada peta untuk melihat rincian skor risiko & faktor penyebabnya.
Perubahan Risiko dari Waktu ke Waktu
Skor rata-rata bulanan — puncak kemarau meningkatkan risiko.
Wilayah Prioritas
5 kecamatan dengan skor risiko rata-rata tertinggi.
Rekap Risiko per Kecamatan
| Kecamatan | Jumlah Desa | Skor Rata-rata | Tingkat Risiko | Desa Tinggi+ | Tren Bulanan |
|---|---|---|---|---|---|
| Memuat data… | |||||
Sumber Data
- Hotspot: satelit MODIS & VIIRS/SNPP (NASA FIRMS)
- Cuaca & kekeringan: Open-Meteo / BMKG
- Tutupan lahan: Global Forest Watch (UMD Tree Cover Gain From Height) · Gambut: Global Forest Watch (GFW)
- Permukiman & infrastruktur: jejak bangunan OpenStreetMap (OSM via Overpass)
- Batas desa: BPS 2020 (HDX) · Tile peta: OpenStreetMap
Hotspot satelit diambil langsung dari NASA FIRMS (aktif saat FIRMS_MAP_KEY diisi di .env). Skor risiko per desa dari data GeoJSON BPS 2020.
Metode Penilaian
Analisis spasial menggabungkan empat faktor menjadi skor 0–100 per desa:
- Hotspot 30%
- Cuaca & Kekeringan 25%
- Kondisi Lahan 25%
- Kerentanan 20%
Tujuan
- Deteksi dini potensi kebakaran per wilayah
- Penentuan wilayah prioritas penanganan
- Pencegahan: patroli & sosialisasi terarah
- Dukungan keputusan penanggulangan karhutla